Rekam medis elektronik menjanjikan keterbacaan dan kecepatan — tapi juga membawa jebakan baru yang tidak pernah ada di era kertas: kebiasaan menyalin-tempel tanpa berpikir.
Transisi dari rekam medis kertas ke rekam medis elektronik membawa manfaat signifikan bagi kesinambungan perawatan — keterbacaan, aksesibilitas lintas kunjungan, dan potensi integrasi dengan sistem rujukan berjenjang.
Kewaspadaan terhadap alert fatigue — kecenderungan mengabaikan peringatan sistem elektronik karena frekuensinya yang berlebihan — dapat menutupi peringatan yang benar-benar penting. Interoperabilitas data antarfasilitas menjadi prasyarat sistem rujukan berjenjang yang efektif (Buku Tematik 7).