Dismenore, perdarahan uterus abnormal, dan sindrom pramenstruasi berat kerap dianggap 'wajar' sehingga tidak mendapat tata laksana adekuat. Dokter perlu proaktif menanyakan dampak ...
Dismenore, perdarahan uterus abnormal, dan sindrom pramenstruasi berat kerap dianggap 'wajar' sehingga tidak mendapat tata laksana adekuat. Dokter perlu proaktif menanyakan dampak gangguan haid terhadap fungsi harian pasien (sekolah, kerja, hubungan sosial) sebagai indikator kebutuhan intervensi.
Tata laksana lini pertama dismenore primer meliputi analgesik anti-inflamasi nonsteroid yang dikonsumsi sejak awal siklus nyeri (bukan menunggu nyeri memuncak), serta pertimbangan kontrasepsi hormonal kombinasi bila pasien memerlukan kontrasepsi sekaligus.
Mastalgia siklik dan perubahan fibrokistik payudara memerlukan edukasi berbasis bukti dan reassurance, karena keduanya lazim dialami perempuan usia reproduksi dan umumnya jinak.
Red flag yang memerlukan rujukan segera: benjolan baru yang menetap melewati satu siklus haid, perubahan kulit (peau d'orange, retraksi puting), atau keluarnya cairan dari puting di luar konteks laktasi.