Setiap hari, sebagian besar ruang praktik layanan primer di Indonesia dipenuhi pasien dengan satu benang merah yang sama: tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, atau kolesterol tinggi — sering ketiganya sekaligus pada satu pasien. Bab ini membuka mengapa kelompok penyakit inilah yang paling menentukan mutu layanan seorang dokter keluarga.
CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah): peserta didik mampu menjelaskan dan menerapkan penalaran klinis terkait pengelolaan penyakit kardiovaskular dan metabolik di layanan primer dalam pengelolaan pasien di layanan primer.
Area Kompetensi terkait (Kepkonsil HK.01.02/KKI/1308/2026): Area 2 (Kompetensi Medis); Area 3 (Penguasaan Pengetahuan Medis).
Mode pembelajaran: ONLINE (wajib_tatap_muka = false) — sesi kognitif ini berjalan paralel dengan mata kuliah keterampilan KK09 yang bersifat tatap muka wajib.
Penyakit kardiovaskular dan metabolik — utamanya hipertensi, diabetes melitus tipe 2, dislipidemia, dan obesitas — merupakan kelompok penyakit tidak menular dengan beban terbesar yang ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama Indonesia. Buku ini membahas kelompok penyakit tersebut sebagai bagian dari Area Kompetensi g, dengan tetap menerapkan pendekatan holistik dan berpusat pada pasien yang dibangun pada Buku Tematik 1 (B1).
Ciri khas pengelolaan penyakit kronik di layanan primer adalah sifatnya yang berkesinambungan: bukan episode tunggal, melainkan pemantauan jangka panjang yang melibatkan pasien, keluarga, dan sistem rujukan berjenjang bila diperlukan. Model perawatan penyakit kronik (Chronic Care Model) menekankan enam elemen yang saling terkait: dukungan swakelola pasien, desain sistem pelayanan, dukungan keputusan klinis, sistem informasi klinis, sumber daya komunitas, dan organisasi layanan kesehatan.