Mengelola satu pasien hipertensi terkontrol jauh berbeda dengan mengelola satu populasi terdaftar dengan sindrom metabolik campur aduk — penjenjangan berikut menandai perjalanan itu.
Penjenjangan berikut merupakan usulan kerangka penahapan berbasis pola umum pendidikan spesialis empat tahun dan notasi penjenjangan capaian pembelajaran Kepkonsil HK.01.02/KKI/1308/2026 (mis. tingkat kemampuan 1–4A), diselaraskan dengan topik buku ini. Kedalaman dan urutan aktual tetap mengikuti kurikulum operasional program studi serta hasil evaluasi individual peserta didik — tabel ini bukan pengganti matriks kewenangan klinis resmi (lihat Dokumen P4).
| Tahun Pendidikan | Fokus Belajar Utama | Tingkat Kemandirian Klinis | Capaian yang Diharapkan |
|---|---|---|---|
| Tahun I | Mengenali presentasi klinis hipertensi, DM2, dan dislipidemia; melakukan penapisan rutin. | Observasi dan dibimbing langsung. | Mampu menegakkan diagnosis kasus tunggal tanpa komplikasi dengan supervisi. |
| Tahun II | Menyusun rencana tata laksana awal dan edukasi swakelola untuk kasus tunggal tanpa komplikasi berat. | Dibimbing tidak langsung. | Mampu memantau kendali penyakit kronik dan mengenali tanda kegagalan terapi. |
| Tahun III | Mengelola kasus dengan komorbiditas ganda (sindrom metabolik) dan kecurigaan penyebab sekunder. | Mandiri dengan supervisi berkala. | Mampu merancang rencana terpadu lintas-penyakit dan menentukan waktu rujukan yang tepat. |
| Tahun IV | Mengelola populasi terdaftar (register) penyakit kronik dan menyusun program pencegahan primer di wilayah kerja. | Mandiri penuh, peran pengorganisasi layanan kronik. | Mampu mengevaluasi mutu pengelolaan penyakit kronik pada level klinik/populasi. |