Minggu 11Examination
Ujian terdiri atas dua bagian: (I) Kasus terstruktur menerapkan konsep utama mata kuliah; (II) soal pilihan ganda komprehensif.
Bagian I — Kasus Terstruktur (bobot 60%)
Seorang laki-laki, 62 tahun, datang ke Puskesmas dengan nyeri dada mendadak sejak 30 menit lalu, disertai keringat dingin dan sesak napas. Fasilitas tidak memiliki EKG dan jarak ke rumah sakit rujukan terdekat sekitar 45 menit.
- Uraikan pendekatan awal Anda terhadap kasus ini berdasarkan konsep-konsep utama pada mata kuliah MK11.
- Sebutkan minimal tiga konsep/perangkat dari materi Modul 1-10 yang relevan diterapkan pada kasus ini.
- Susun rencana tata laksana/tindak lanjut singkat untuk kasus ini.
Bagian II — Pilihan Ganda Komprehensif (bobot 40%)
Soal 1Salah satu hal yang perlu diperhatikan terkait Stabilisasi Kegawatdaruratan Jalan Napas dan Pernapasan adalah:
- A. Pengenalan tanda sumbatan jalan napas: stridor, suara napas tambahan, perubahan suara.
- B. Mengabaikan aspek stabilisasi kegawatdaruratan jalan napas dan pernapasan sepenuhnya tanpa evaluasi lanjutan
- C. Merujuk seluruh kasus tanpa penilaian awal
- D. Menunda tindakan tanpa batas waktu tertentu
Soal 2Berdasarkan materi 'Peran Layanan Primer dalam Sistem Kegawatdaruratan', pernyataan berikut yang PALING SESUAI adalah:
- A. CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah): peserta didik mampu menjelaskan dan menerapkan penalaran klinis terkait kegawatdaruratan dan sistem rujukan...
- B. Peran Layanan Primer dalam Sistem Kegawatdaruratan tidak relevan untuk layanan primer
- C. Peran Layanan Primer dalam Sistem Kegawatdaruratan hanya berlaku pada kasus rujukan rumah sakit
- D. Peran Layanan Primer dalam Sistem Kegawatdaruratan diabaikan dalam Standar Kompetensi Sp.KKLP
Soal 3Berdasarkan materi 'Peran Layanan Primer dalam Sistem Kegawatdaruratan', pernyataan berikut yang PALING SESUAI adalah:
- A. Area Kompetensi terkait (Kepkonsil HK.01.02/KKI/1308/2026): Area 1 (Keselamatan Pasien dan Pelayanan Kesehatan); Area 2 (Kompetensi Medis).
- B. Peran Layanan Primer dalam Sistem Kegawatdaruratan tidak relevan untuk layanan primer
- C. Peran Layanan Primer dalam Sistem Kegawatdaruratan hanya berlaku pada kasus rujukan rumah sakit
- D. Peran Layanan Primer dalam Sistem Kegawatdaruratan diabaikan dalam Standar Kompetensi Sp.KKLP
Soal 4Berdasarkan materi 'Peran Layanan Primer dalam Sistem Kegawatdaruratan', pernyataan berikut yang PALING SESUAI adalah:
- A. Mode pembelajaran: ONLINE (wajib_tatap_muka = false) — sesi kognitif ini berjalan paralel dengan mata kuliah keterampilan KK11 yang bersifat tatap...
- B. Peran Layanan Primer dalam Sistem Kegawatdaruratan tidak relevan untuk layanan primer
- C. Peran Layanan Primer dalam Sistem Kegawatdaruratan hanya berlaku pada kasus rujukan rumah sakit
- D. Peran Layanan Primer dalam Sistem Kegawatdaruratan diabaikan dalam Standar Kompetensi Sp.KKLP
Soal 5Berdasarkan materi 'Peran Layanan Primer dalam Sistem Kegawatdaruratan', pernyataan berikut yang PALING SESUAI adalah:
- A. Meski bukan pusat rujukan kegawatdaruratan definitif, fasilitas layanan primer sering menjadi titik kontak pertama pasien dengan kondisi gawat...
- B. Peran Layanan Primer dalam Sistem Kegawatdaruratan tidak relevan untuk layanan primer
- C. Peran Layanan Primer dalam Sistem Kegawatdaruratan hanya berlaku pada kasus rujukan rumah sakit
- D. Peran Layanan Primer dalam Sistem Kegawatdaruratan diabaikan dalam Standar Kompetensi Sp.KKLP
Soal 6Menurut materi, untuk 'Anafilaksis', prinsip pengenalan dan tindakan awal yang sesuai adalah:
- A. Stabilisasi awal dan rujukan segera tanpa penundaan untuk evaluasi lanjut
- B. Proteksi jalan napas dan cedera, penilaian durasi; status epileptikus memerlukan rujukan segera
- C. Imobilisasi sebelum evaluasi dan transportasi lebih lanjut
- D. Onset cepat setelah pajanan alergen, gangguan jalan napas/sirkulasi; tata laksana segera sesuai protokol dan rujukan
Soal 7Menurut materi, untuk 'Kejang akut', prinsip pengenalan dan tindakan awal yang sesuai adalah:
- A. Proteksi jalan napas dan cedera, penilaian durasi; status epileptikus memerlukan rujukan segera
- B. Onset cepat setelah pajanan alergen, gangguan jalan napas/sirkulasi; tata laksana segera sesuai protokol dan rujukan
- C. Stabilisasi awal dan rujukan segera tanpa penundaan untuk evaluasi lanjut
- D. Imobilisasi sebelum evaluasi dan transportasi lebih lanjut
Soal 8Menurut materi, untuk 'Trauma dengan kecurigaan cedera tulang belakang', prinsip pengenalan dan tindakan awal yang sesuai adalah:
- A. Proteksi jalan napas dan cedera, penilaian durasi; status epileptikus memerlukan rujukan segera
- B. Stabilisasi awal dan rujukan segera tanpa penundaan untuk evaluasi lanjut
- C. Imobilisasi sebelum evaluasi dan transportasi lebih lanjut
- D. Onset cepat setelah pajanan alergen, gangguan jalan napas/sirkulasi; tata laksana segera sesuai protokol dan rujukan
Soal 9Menurut materi, untuk 'Nyeri dada akut dengan kecurigaan sindrom koroner akut', prinsip pengenalan dan tindakan awal yang sesuai adalah:
- A. Stabilisasi awal dan rujukan segera tanpa penundaan untuk evaluasi lanjut
- B. Onset cepat setelah pajanan alergen, gangguan jalan napas/sirkulasi; tata laksana segera sesuai protokol dan rujukan
- C. Imobilisasi sebelum evaluasi dan transportasi lebih lanjut
- D. Proteksi jalan napas dan cedera, penilaian durasi; status epileptikus memerlukan rujukan segera
Soal 10Menurut materi, untuk 'Perdarahan pascasalin', prinsip pengenalan dan tindakan awal yang sesuai adalah:
- A. Imobilisasi sebelum evaluasi dan transportasi lebih lanjut
- B. Onset cepat setelah pajanan alergen, gangguan jalan napas/sirkulasi; tata laksana segera sesuai protokol dan rujukan
- C. Kewaspadaan pada persalinan di fasilitas primer, tata laksana awal dan rujukan segera sesuai protokol
- D. Proteksi jalan napas dan cedera, penilaian durasi; status epileptikus memerlukan rujukan segera