Asesmen lansia yang baik jarang selesai dalam satu kunjungan sepuluh menit — penjenjangan berikut menandai kapan seorang peserta didik siap memimpin asesmen itu sendirian.
Penjenjangan berikut merupakan usulan kerangka penahapan berbasis pola umum pendidikan spesialis empat tahun dan notasi penjenjangan capaian pembelajaran Kepkonsil HK.01.02/KKI/1308/2026 (mis. tingkat kemampuan 1–4A), diselaraskan dengan topik buku ini. Kedalaman dan urutan aktual tetap mengikuti kurikulum operasional program studi serta hasil evaluasi individual peserta didik — tabel ini bukan pengganti matriks kewenangan klinis resmi (lihat Dokumen P4).
| Tahun Pendidikan | Fokus Belajar Utama | Tingkat Kemandirian Klinis | Capaian yang Diharapkan |
|---|---|---|---|
| Tahun I | Mengenali sindrom geriatri umum (jatuh, inkontinensia, polifarmasi) dan melakukan asesmen dasar. | Observasi dan dibimbing langsung. | Mampu melakukan skrining sindrom geriatri dasar dengan supervisi. |
| Tahun II | Melakukan asesmen geriatri komprehensif dan penapisan gangguan kognitif dini. | Dibimbing tidak langsung. | Mampu menyusun rencana perawatan lansia dasar berbasis asesmen komprehensif. |
| Tahun III | Mengelola kasus demensia lanjut, polifarmasi kompleks, dan diskusi perawatan paliatif dengan keluarga. | Mandiri dengan supervisi berkala. | Mampu memfasilitasi diskusi perencanaan perawatan lanjut (advance care planning) dengan keluarga. |
| Tahun IV | Merancang program perawatan lansia berbasis keluarga dan komunitas tingkat wilayah kerja. | Mandiri penuh, peran koordinasi program. | Mampu mengevaluasi mutu layanan geriatri primer di wilayah kerja. |