← Kembali ke Dashboard Mata Kuliah
MK20 — B24: Kedokteran Perjalanan di Layanan Primer · Minggu 11 · Examination

Examination Periode — MK20: Kedokteran Perjalanan di Layanan Primer

Cakupan: Modul 1-10 (seluruh materi) · Durasi: 90 menit
Minggu 11Examination
Ujian terdiri atas dua bagian: (I) Kasus terstruktur menerapkan konsep utama mata kuliah; (II) soal pilihan ganda komprehensif.

Bagian I — Kasus Terstruktur (bobot 60%)

Seorang jamaah calon haji, 55 tahun, dengan riwayat hipertensi dan diabetes, datang untuk pemeriksaan kesehatan pra-keberangkatan sebulan sebelum jadwal keberangkatan ke Arab Saudi.
  1. Uraikan pendekatan awal Anda terhadap kasus ini berdasarkan konsep-konsep utama pada mata kuliah MK20.
  2. Sebutkan minimal tiga konsep/perangkat dari materi Modul 1-10 yang relevan diterapkan pada kasus ini.
  3. Susun rencana tata laksana/tindak lanjut singkat untuk kasus ini.

Bagian II — Pilihan Ganda Komprehensif (bobot 40%)

Soal 1

Berdasarkan materi 'Mengapa Kedokteran Perjalanan Relevan di Layanan Primer Indonesia', pernyataan berikut yang PALING SESUAI adalah:

  1. A. CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah): peserta didik mampu menjelaskan dan menerapkan penalaran klinis terkait kedokteran perjalanan di layanan...
  2. B. Mengapa Kedokteran Perjalanan Relevan di Layanan Primer Indonesia tidak relevan untuk layanan primer
  3. C. Mengapa Kedokteran Perjalanan Relevan di Layanan Primer Indonesia hanya berlaku pada kasus rujukan rumah sakit
  4. D. Mengapa Kedokteran Perjalanan Relevan di Layanan Primer Indonesia diabaikan dalam Standar Kompetensi Sp.KKLP
Soal 2

Berdasarkan materi 'Mengapa Kedokteran Perjalanan Relevan di Layanan Primer Indonesia', pernyataan berikut yang PALING SESUAI adalah:

  1. A. Area Kompetensi terkait (Kepkonsil HK.01.02/KKI/1308/2026): Area 2 (Kompetensi Medis); Area 3 (Penguasaan Pengetahuan Medis).
  2. B. Mengapa Kedokteran Perjalanan Relevan di Layanan Primer Indonesia tidak relevan untuk layanan primer
  3. C. Mengapa Kedokteran Perjalanan Relevan di Layanan Primer Indonesia hanya berlaku pada kasus rujukan rumah sakit
  4. D. Mengapa Kedokteran Perjalanan Relevan di Layanan Primer Indonesia diabaikan dalam Standar Kompetensi Sp.KKLP
Soal 3

Berdasarkan materi 'Mengapa Kedokteran Perjalanan Relevan di Layanan Primer Indonesia', pernyataan berikut yang PALING SESUAI adalah:

  1. A. Mode pembelajaran: ONLINE (wajib_tatap_muka = false) — sesi kognitif ini berjalan paralel dengan mata kuliah keterampilan KK20 yang bersifat tatap...
  2. B. Mengapa Kedokteran Perjalanan Relevan di Layanan Primer Indonesia tidak relevan untuk layanan primer
  3. C. Mengapa Kedokteran Perjalanan Relevan di Layanan Primer Indonesia hanya berlaku pada kasus rujukan rumah sakit
  4. D. Mengapa Kedokteran Perjalanan Relevan di Layanan Primer Indonesia diabaikan dalam Standar Kompetensi Sp.KKLP
Soal 4

Berdasarkan materi 'Mengapa Kedokteran Perjalanan Relevan di Layanan Primer Indonesia', pernyataan berikut yang PALING SESUAI adalah:

  1. A. Konteks Indonesia unik: keberagaman risiko penyakit tropis antar-wilayah domestik, volume jemaah haji-umrah terbesar dunia, dan migrasi pekerja ke...
  2. B. Mengapa Kedokteran Perjalanan Relevan di Layanan Primer Indonesia tidak relevan untuk layanan primer
  3. C. Mengapa Kedokteran Perjalanan Relevan di Layanan Primer Indonesia hanya berlaku pada kasus rujukan rumah sakit
  4. D. Mengapa Kedokteran Perjalanan Relevan di Layanan Primer Indonesia diabaikan dalam Standar Kompetensi Sp.KKLP
Soal 5

Berdasarkan materi 'Konsultasi Pra-Perjalanan: Kerangka Dasar', pernyataan berikut yang PALING SESUAI adalah:

  1. A. Konsultasi pra-perjalanan idealnya dilakukan 4-6 minggu sebelum keberangkatan untuk memberi waktu vaksinasi bekerja optimal, meski konsultasi...
  2. B. Konsultasi Pra-Perjalanan: Kerangka Dasar tidak relevan untuk layanan primer
  3. C. Konsultasi Pra-Perjalanan: Kerangka Dasar hanya berlaku pada kasus rujukan rumah sakit
  4. D. Konsultasi Pra-Perjalanan: Kerangka Dasar diabaikan dalam Standar Kompetensi Sp.KKLP
Soal 6

Menurut materi, untuk 'Tahun I', capaian yang diharapkan yang sesuai adalah:

  1. A. Mampu mengaudit mutu konseling pra-perjalanan dan kesehatan haji oleh peserta didik lain.
  2. B. Mampu menyusun rencana vaksinasi dan profilaksis sesuai destinasi dan kondisi kesehatan pelancong.
  3. C. Mampu mendiagnosis dan menata laksana kondisi pasca-perjalanan dengan kewaspadaan tinggi yang tepat.
  4. D. Mampu melakukan penilaian risiko perjalanan dasar dengan supervisi penuh.
Soal 7

Menurut materi, untuk 'Tahun II', capaian yang diharapkan yang sesuai adalah:

  1. A. Mampu menyusun rencana vaksinasi dan profilaksis sesuai destinasi dan kondisi kesehatan pelancong.
  2. B. Mampu melakukan penilaian risiko perjalanan dasar dengan supervisi penuh.
  3. C. Mampu mengaudit mutu konseling pra-perjalanan dan kesehatan haji oleh peserta didik lain.
  4. D. Mampu mendiagnosis dan menata laksana kondisi pasca-perjalanan dengan kewaspadaan tinggi yang tepat.
Soal 8

Menurut materi, untuk 'Tahun III', capaian yang diharapkan yang sesuai adalah:

  1. A. Mampu menyusun rencana vaksinasi dan profilaksis sesuai destinasi dan kondisi kesehatan pelancong.
  2. B. Mampu mengaudit mutu konseling pra-perjalanan dan kesehatan haji oleh peserta didik lain.
  3. C. Mampu mendiagnosis dan menata laksana kondisi pasca-perjalanan dengan kewaspadaan tinggi yang tepat.
  4. D. Mampu melakukan penilaian risiko perjalanan dasar dengan supervisi penuh.
Soal 9

Menurut materi, untuk 'Tahun IV', capaian yang diharapkan yang sesuai adalah:

  1. A. Mampu mengaudit mutu konseling pra-perjalanan dan kesehatan haji oleh peserta didik lain.
  2. B. Mampu melakukan penilaian risiko perjalanan dasar dengan supervisi penuh.
  3. C. Mampu mendiagnosis dan menata laksana kondisi pasca-perjalanan dengan kewaspadaan tinggi yang tepat.
  4. D. Mampu menyusun rencana vaksinasi dan profilaksis sesuai destinasi dan kondisi kesehatan pelancong.
Soal 10

Salah satu hal yang perlu diperhatikan terkait Evaluasi Diri dan Pertanyaan Reflektif adalah:

  1. A. Apakah saya melakukan konsultasi pra-perjalanan idealnya 4-6 minggu sebelum keberangkatan pasien?
  2. B. Mengabaikan aspek evaluasi diri dan pertanyaan reflektif sepenuhnya tanpa evaluasi lanjutan
  3. C. Merujuk seluruh kasus tanpa penilaian awal
  4. D. Menunda tindakan tanpa batas waktu tertentu