← Kembali ke Dashboard Mata Kuliah
MK24 — B23: Kedokteran untuk Masyarakat Rentan dan Termarjinalkan · Minggu 11 · Examination

Examination Periode — MK24: Kedokteran untuk Masyarakat Rentan dan Termarjinalkan

Cakupan: Modul 1-10 (seluruh materi) · Durasi: 90 menit
Minggu 11Examination
Ujian terdiri atas dua bagian: (I) Kasus terstruktur menerapkan konsep utama mata kuliah; (II) soal pilihan ganda komprehensif.

Bagian I — Kasus Terstruktur (bobot 60%)

Seorang perempuan tunawisma, 50 tahun, datang dengan luka kaki yang tidak kunjung sembuh, tanpa kartu identitas maupun jaminan kesehatan, dan enggan dirujuk ke rumah sakit karena pengalaman diskriminasi sebelumnya.
  1. Uraikan pendekatan awal Anda terhadap kasus ini berdasarkan konsep-konsep utama pada mata kuliah MK24.
  2. Sebutkan minimal tiga konsep/perangkat dari materi Modul 1-10 yang relevan diterapkan pada kasus ini.
  3. Susun rencana tata laksana/tindak lanjut singkat untuk kasus ini.

Bagian II — Pilihan Ganda Komprehensif (bobot 40%)

Soal 1

Berdasarkan materi 'Kerentanan sebagai Akumulasi Hambatan Berlapis', pernyataan berikut yang PALING SESUAI adalah:

  1. A. CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah): peserta didik mampu menjelaskan dan menerapkan penalaran klinis terkait kedokteran untuk masyarakat rentan...
  2. B. Kerentanan sebagai Akumulasi Hambatan Berlapis tidak relevan untuk layanan primer
  3. C. Kerentanan sebagai Akumulasi Hambatan Berlapis hanya berlaku pada kasus rujukan rumah sakit
  4. D. Kerentanan sebagai Akumulasi Hambatan Berlapis diabaikan dalam Standar Kompetensi Sp.KKLP
Soal 2

Berdasarkan materi 'Kerentanan sebagai Akumulasi Hambatan Berlapis', pernyataan berikut yang PALING SESUAI adalah:

  1. A. Area Kompetensi terkait (Kepkonsil HK.01.02/KKI/1308/2026): Area 5 (Profesionalisme); Area 6 (Praktik Berbasis Sistem).
  2. B. Kerentanan sebagai Akumulasi Hambatan Berlapis tidak relevan untuk layanan primer
  3. C. Kerentanan sebagai Akumulasi Hambatan Berlapis hanya berlaku pada kasus rujukan rumah sakit
  4. D. Kerentanan sebagai Akumulasi Hambatan Berlapis diabaikan dalam Standar Kompetensi Sp.KKLP
Soal 3

Berdasarkan materi 'Kerentanan sebagai Akumulasi Hambatan Berlapis', pernyataan berikut yang PALING SESUAI adalah:

  1. A. Mode pembelajaran: ONLINE (wajib_tatap_muka = false) — sesi kognitif ini berjalan paralel dengan mata kuliah keterampilan KK24 yang bersifat tatap...
  2. B. Kerentanan sebagai Akumulasi Hambatan Berlapis tidak relevan untuk layanan primer
  3. C. Kerentanan sebagai Akumulasi Hambatan Berlapis hanya berlaku pada kasus rujukan rumah sakit
  4. D. Kerentanan sebagai Akumulasi Hambatan Berlapis diabaikan dalam Standar Kompetensi Sp.KKLP
Soal 4

Berdasarkan materi 'Kerentanan sebagai Akumulasi Hambatan Berlapis', pernyataan berikut yang PALING SESUAI adalah:

  1. A. Kerentanan jarang berdiri sendiri; seorang pasien dapat mengalami kerentanan berlapis, misalnya lansia miskin dengan disabilitas dan tanpa dukungan...
  2. B. Kerentanan sebagai Akumulasi Hambatan Berlapis tidak relevan untuk layanan primer
  3. C. Kerentanan sebagai Akumulasi Hambatan Berlapis hanya berlaku pada kasus rujukan rumah sakit
  4. D. Kerentanan sebagai Akumulasi Hambatan Berlapis diabaikan dalam Standar Kompetensi Sp.KKLP
Soal 5

Berdasarkan materi 'Kerentanan sebagai Akumulasi Hambatan Berlapis', pernyataan berikut yang PALING SESUAI adalah:

  1. A. Pendekatan berpusat kesetaraan mensyaratkan dokter secara aktif mengidentifikasi hambatan berlapis ini.
  2. B. Kerentanan sebagai Akumulasi Hambatan Berlapis tidak relevan untuk layanan primer
  3. C. Kerentanan sebagai Akumulasi Hambatan Berlapis hanya berlaku pada kasus rujukan rumah sakit
  4. D. Kerentanan sebagai Akumulasi Hambatan Berlapis diabaikan dalam Standar Kompetensi Sp.KKLP
Soal 6

Menurut materi, untuk 'Tahun I', capaian yang diharapkan yang sesuai adalah:

  1. A. Mampu mengevaluasi dan memperbaiki hambatan sistemik akses layanan di tingkat fasilitas.
  2. B. Mampu menyusun rencana perawatan yang realistis sesuai keterbatasan sumber daya pasien rentan.
  3. C. Mampu menciptakan lingkungan konsultasi yang inklusif dan tidak menghakimi bagi seluruh kelompok rentan.
  4. D. Mampu mengidentifikasi hambatan akses spesifik kelompok rentan dengan supervisi penuh.
Soal 7

Menurut materi, untuk 'Tahun II', capaian yang diharapkan yang sesuai adalah:

  1. A. Mampu menyusun rencana perawatan yang realistis sesuai keterbatasan sumber daya pasien rentan.
  2. B. Mampu mengidentifikasi hambatan akses spesifik kelompok rentan dengan supervisi penuh.
  3. C. Mampu mengevaluasi dan memperbaiki hambatan sistemik akses layanan di tingkat fasilitas.
  4. D. Mampu menciptakan lingkungan konsultasi yang inklusif dan tidak menghakimi bagi seluruh kelompok rentan.
Soal 8

Menurut materi, untuk 'Tahun III', capaian yang diharapkan yang sesuai adalah:

  1. A. Mampu menyusun rencana perawatan yang realistis sesuai keterbatasan sumber daya pasien rentan.
  2. B. Mampu mengevaluasi dan memperbaiki hambatan sistemik akses layanan di tingkat fasilitas.
  3. C. Mampu menciptakan lingkungan konsultasi yang inklusif dan tidak menghakimi bagi seluruh kelompok rentan.
  4. D. Mampu mengidentifikasi hambatan akses spesifik kelompok rentan dengan supervisi penuh.
Soal 9

Menurut materi, untuk 'Tahun IV', capaian yang diharapkan yang sesuai adalah:

  1. A. Mampu mengevaluasi dan memperbaiki hambatan sistemik akses layanan di tingkat fasilitas.
  2. B. Mampu mengidentifikasi hambatan akses spesifik kelompok rentan dengan supervisi penuh.
  3. C. Mampu menciptakan lingkungan konsultasi yang inklusif dan tidak menghakimi bagi seluruh kelompok rentan.
  4. D. Mampu menyusun rencana perawatan yang realistis sesuai keterbatasan sumber daya pasien rentan.
Soal 10

Salah satu hal yang perlu diperhatikan terkait Evaluasi Diri dan Pertanyaan Reflektif adalah:

  1. A. Apakah saya secara aktif mengidentifikasi hambatan berlapis yang dihadapi pasien rentan, bukan berasumsi?
  2. B. Mengabaikan aspek evaluasi diri dan pertanyaan reflektif sepenuhnya tanpa evaluasi lanjutan
  3. C. Merujuk seluruh kasus tanpa penilaian awal
  4. D. Menunda tindakan tanpa batas waktu tertentu