Menjadi dokter yang baik dan menjadi pengelola praktik yang baik ternyata menuntut dua set keterampilan yang berbeda — dan keduanya sama-sama perlu dipelajari.
Bagi dokter yang mengelola praktik mandiri atau klinik pratama, keterampilan kewirausahaan dasar — perencanaan bisnis sederhana, pengelolaan arus kas, dan strategi keberlanjutan layanan — menjadi pelengkap kompetensi klinis, tanpa mengorbankan prinsip etika profesi dan orientasi pada kepentingan terbaik pasien (Dokumen P3).